Metamorfosa

Saat masalah dan kewajiban datang bertubi-tubi

Dan telah menanti, hari dimana kau harus mematuhinya

Semakin terasa berat, saat kau tidak punya sandaran

Hingga rasa penyesalan tumbuh teramat dalam

Pertanyaan – pertanyaan keraguan mulai muncul dalam benak

Tangisan malam yang semakin menyakitkan, kala keraguan mulai memenuhi hati

Saat itulah, kedua mata melihatnya dengan berbeda

Kegelapan yang mengerikan, kini menjadi idaman

Lalu, dengan sungguh menawan

Di ujung tebing itu, Ia melambai

Meminta kita untuk datang, berjumpa dengannya

Bisakah, aku mengabaikannya?

Bisakah, kau, kita mengabaikannya?

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai