Saat masalah dan kewajiban datang bertubi-tubi
Dan telah menanti, hari dimana kau harus mematuhinya
Semakin terasa berat, saat kau tidak punya sandaran
Hingga rasa penyesalan tumbuh teramat dalam
Pertanyaan – pertanyaan keraguan mulai muncul dalam benak
Tangisan malam yang semakin menyakitkan, kala keraguan mulai memenuhi hati
Saat itulah, kedua mata melihatnya dengan berbeda
Kegelapan yang mengerikan, kini menjadi idaman
Lalu, dengan sungguh menawan
Di ujung tebing itu, Ia melambai
Meminta kita untuk datang, berjumpa dengannya
Bisakah, aku mengabaikannya?
Bisakah, kau, kita mengabaikannya?